Ketum-Sekjen PP PARMUSI Hadiri RAKORWIL dan Peletakan Batu Pertama Pesantren Madani PARMUSI

 

Makassar (PBBNews)- Ketua Umum Pengurus Pusat Persaudaraan Muslimin Indonesia (PP PARMUSI), Dr. Drs. Ali Amran Tanjung, S.H., M.Hum, bersama Sekretaris Jenderal PP PARMUSI KH. Tairman Elon, SH, MH menghadiri Rapat Koordinasi Wilayah (RAKORWIL) Pimpinan Wilayah (PW) PARMUSI Sulawesi Selatan dan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Pesantren Madani PARMUSI Sulawesi Selatan di Kecamatan Tombolo Pao, Kabupaten Gowa, Sabtu-Ahad (27-28/6/2026).
Kehadiran Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal PP PARMUSI tersebut merupakan bagian dari komitmen penguatan konsolidasi organisasi sekaligus pengembangan dakwah dan pendidikan umat di wilayah Sulawesi Selatan.
Sebelumnya, PW PARMUSI Sulawesi Selatan di bawah kepemimpinan Dr. H. Abu Bakar Wasahua, MH telah melaksanakan pelantikan dan rapat kerja dengan mengusung semangat revitalisasi organisasi untuk memperkuat empat pilar utama gerakan PARMUSI, yaitu penguatan iman dan takwa, pendidikan, sosial-budaya, serta pemberdayaan ekonomi umat.
RAKORWIL yang digelar kali ini diharapkan menjadi momentum memperkuat sinergi antara pengurus wilayah, daerah, dan pusat dalam merumuskan langkah-langkah strategis PARMUSI ke depan, khususnya dalam memperluas peran dakwah yang responsif terhadap tantangan zaman.
Sementara itu, agenda peletakan batu pertama pembangunan Pesantren Madani PARMUSI Sulawesi Selatan di Tombolo Pao, Kabupaten Gowa, menjadi tonggak penting bagi pengembangan lembaga pendidikan kader dan dakwah PARMUSI di kawasan Indonesia Timur.
Ketua Umum PP PARMUSI, Dr. Drs. Ali Amran Tanjung, S.H., M.Hum, menyampaikan bahwa pembangunan pesantren merupakan investasi peradaban yang akan melahirkan generasi Muslim yang unggul, berakhlak, dan memiliki komitmen kebangsaan.
“Pembangunan Pesantren Madani PARMUSI ini bukan sekadar mendirikan bangunan fisik, tetapi membangun pusat peradaban Islam, tempat lahirnya kader-kader umat yang berilmu, berakhlak mulia, serta memiliki komitmen kuat dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa PARMUSI sebagai organisasi dakwah, pendidikan, sosial, dan ekonomi umat harus terus menghadirkan karya nyata yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
Senada dengan itu, Sekretaris Jenderal PP PARMUSI KH. Tairman Elon, SH., MH menegaskan bahwa pembangunan Pesantren Madani merupakan bagian dari ikhtiar besar organisasi dalam menyiapkan generasi penerus yang mampu menjawab tantangan global tanpa kehilangan jati diri keislaman dan keindonesiaannya.
Dengan terselenggaranya RAKORWIL dan dimulainya pembangunan Pesantren Madani PARMUSI Sulsel, diharapkan semakin memperkuat eksistensi dan kontribusi PARMUSI dalam membangun umat, memperkokoh dakwah, serta menghadirkan kemaslahatan bagi bangsa dan negara.
Sementara itu, Pondok Pesantren Madani Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) Sulawesi Selatan resmi memulai pembangunannya melalui peletakan batu pertama di Kecamatan Tombolo Pao, Kabupaten Gowa, Minggu 28 Juni 2026.

Kehadiran pesantren ini diharapkan menjadi pusat pendidikan Islam yang tidak hanya mencetak generasi berilmu dan berakhlak, tetapi juga menjadi pusat dakwah serta pemberdayaan masyarakat.
Prosesi peletakan batu pertama dihadiri Ketua Umum Parmusi Dr. Drs. H. Ali Amran Tanjung, S.H., M.Hum., Sekjen PP Parmusi KH. Tairman Elon, SH, MH, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gowa H. Jamaris, S.Ag., M.H., Ketua PW Parmusi Sulawesi Selatan Dr. H. Abubakar Wasahua, S.H., M.H., unsur pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan jajaran pengurus Parmusi.
Dalam sambutannya, Ketua Umum Parmusi Ali Amran Tanjung menekankan bahwa pembangunan pesantren merupakan investasi amal jariyah yang harus dikawal hingga benar-benar berdiri dan memberikan manfaat bagi umat.
“Ketika kita memulai pembangunan pesantren sebagai sebuah amal kebaikan, maka jangan sampai kebaikan ini berhenti hanya pada peletakan batu pertama. Kebaikan ini harus berlanjut hingga pesantren selesai dibangun dan benar-benar memberikan manfaat bagi umat,” ujarnya.
Sebagai bentuk komitmen, Ali Amran bersama panitia menyatakan akan menyumbangkan 100 sak semen untuk mendukung pembangunan pesantren. Ia berharap langkah tersebut dapat menggerakkan partisipasi masyarakat dalam menyukseskan pembangunan.
Menurutnya, pesantren memiliki posisi strategis dalam menjawab tantangan zaman, terutama dalam membina generasi muda agar memiliki akhlak, ilmu pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian ekonomi.
“Pesantren bukan hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga pusat dakwah dan pusat peradaban. Kita ingin melahirkan generasi yang memahami agama, menguasai ilmu pengetahuan, memiliki keterampilan, serta mampu mandiri secara ekonomi,” katanya.
Ali Amran menambahkan, Parmusi juga terus mendorong berbagai program pemberdayaan umat, mulai dari pelatihan keterampilan, pembentukan koperasi, hingga pengembangan Desa Madani. Menurutnya, berbagai program pemerintah dapat diakses selama seluruh persyaratan administrasi dipenuhi.
“Pesantren hadir bukan untuk melawan negara, melainkan untuk membangun generasi muda menjadi anak-anak yang saleh dan salehah,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gowa, H. Jamaris, memastikan pihaknya siap mendampingi seluruh proses legalitas hingga pengembangan Pesantren Madani Parmusi agar dapat beroperasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Menurut Jamaris, Kecamatan Tombolo Pao masih membutuhkan tambahan lembaga pendidikan berbasis pesantren. Karena itu, pembangunan Pesantren Madani menjadi langkah strategis untuk memperluas akses pendidikan keagamaan bagi masyarakat.
“Kami dari Kementerian Agama Kabupaten Gowa memberikan dukungan penuh terhadap pembangunan Pesantren Madani Parmusi. Semoga Allah SWT memberikan kemudahan sehingga cita-cita mulia ini segera terwujud dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan pendampingan Kementerian Agama akan mencakup pemenuhan legalitas tanah wakaf, administrasi kelembagaan, persyaratan pendirian pesantren, keberadaan kiai, hingga verifikasi sarana dan prasarana.

Jamaris juga mengungkapkan banyak pesantren yang awalnya belum memenuhi persyaratan administrasi, namun berhasil berkembang setelah memperoleh pendampingan.
“Kita jangan pernah mematikan semangat membangun pesantren. Banyak pesantren yang dulu sangat sederhana, kini telah berkembang dan memiliki ribuan santri,” katanya.
Di sisi lain, Ketua PW Parmusi Sulawesi Selatan, Dr. H. Abubakar Wasahua, mengatakan pembangunan Pesantren Madani merupakan wujud komitmen Parmusi dalam memperkuat dakwah, pendidikan Islam, serta pembinaan karakter generasi muda di Sulawesi Selatan.
Ia berharap pembangunan pesantren dapat berjalan sesuai rencana sehingga segera melahirkan generasi yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, mandiri, serta mampu memberikan kontribusi bagi kemajuan masyarakat dan bangsa.
Rangkaian peletakan batu pertama berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan gotong royong. Seluruh pihak yang hadir menyatakan komitmennya untuk mendukung penyelesaian pembangunan sehingga Pesantren Madani Parmusi dapat segera beroperasi sebagai pusat pendidikan Islam di wilayah Tombolo Pao. (*)