Jakarta (PBBNews)- Ketua Umum Pengurus Pusat Persaudaraan Muslimin Indonesia (PP PARMUSI) Dr. Ali Amran Tanjung, SH., M. Hum menyatakan dukungan penuh terhadap sikap Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menolak segala bentuk perilaku dan kampanye Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) di Indonesia.
Menurut Ali Amran Tanjung, bahwa PARMUSI sebagai organisasi kemasyarakatan Islam memandang perilaku LGBT bertentangan dengan norma agama, budaya, dan konstitusi bangsa Indonesia.
“Kami mendukung penuh fatwa dan sikap MUI. Ini bukan soal benci kepada pribadi, tetapi menjaga tatanan nilai yang menjadi pondasi bangsa,” ujar Dr. Ali Amran Tanjung didampingi Sekretaris Jenderal PARMUSI, K.H Tairman Elon, SH, MH dan sejumlah Wakil Ketua Umum, Haikal Safar, Abdul Malik, M. Ambardi dan sejumlah pengurus lainnya dalam keterangan Pers di Sekretariat PP PARMUSI, Jakarta Pusat, Senin (22/6/2026).
Dalam keterangannya, Ali Amran menyoroti meningkatnya kampanye terbuka terkait LGBT melalui media sosial dan kegiatan publik yang menyasar generasi muda. Katanya, paparan tersebut berpotensi merusak aqidah dan akhlak anak bangsa jika tidak diantisipasi sejak dini oleh keluarga, sekolah, dan masyarakat.
Ali Amran menegaskan, PP PARMUSI menolak keras terhadap segala bentuk normalisasi dan promosi LGBT. “PARMUSI menolak keras perilaku dan kampanye LGBT. Negara kita berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 yang menjunjung tinggi nilai Ketuhanan Yang Maha Esa dan norma kesusilaan,” ujarnya.
Karenanya, Ali Amran selaku Ketua Umum PP PARMUSI mengajak seluruh pengurus PARMUSI di 38 provinsi dan ribuan pengurus cabang di daerah untuk memperkuat pembinaan generasi muda. Program pembinaan tersebut mencakup penguatan pendidikan agama, pelatihan karakter, serta kerja sama dengan orang tua dan lembaga pendidikan agar anak memiliki filter terhadap ideologi yang bertentangan dengan ajaran Islam.
Terkait peran negara, Ali Amran meminta pemerintah dan DPR RI agar terus menegakkan peraturan perundang-undangan yang melindungi anak dan keluarga dari penyebaran ide yang merusak moral bangsa. Ia menilai sinergi antara ulama, pemerintah, dan masyarakat sipil penting untuk menjaga ketahanan keluarga Indonesia.
PP PARMUSI lanjut Amran Tanjung, sebagai organisasi kemasyarakatan Islam siap menjadi mitra pemerintah dalam program penguatan pendidikan karakter dan moderasi beragama yang lurus sesuai Al-Qur’an dan Sunnah. “Kami ingin anak-anak Indonesia tumbuh dengan aqidah yang kokoh dan akhlak mulia, menjadi generasi yang membawa manfaat untuk bangsa,” jelasnya.
Di akhir pernyataannya, Ali Amran mengajak seluruh elemen bangsa bersatu menjaga Indonesia dari paham dan perilaku menyimpang. “Mari kita jaga anak cucu kita. Rumah, sekolah, lingkungan kita masing-masing dan masjid harus menjadi benteng pertama. Dengan dukungan penuh pada sikap MUI, kita selamatkan masa depan bangsa,” tandasnya. (*)




