Jakarta (PBBNews)— Kebakaran dahsyat melanda kawasan pemukiman padat di Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Selasa malam dan menelan sedikitnya 22 korban jiwa. Insiden tragis ini juga menyebabkan Kapolsek Kemayoran Kompol Agung Andriyansyah terluka saat berupaya membantu proses evakuasi warga.
Api dilaporkan mulai berkobar sekitar pukul 21.15 WIB dan dengan cepat menyebar ke puluhan rumah karena kondisi bangunan yang saling berdempetan. Puluhan unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi, namun proses pemadaman berlangsung sulit akibat akses jalan yang sempit dan banyaknya material mudah terbakar.
Kapolsek Kemayoran yang berada di lokasi sejak awal kejadian dikabarkan mengalami luka akibat terkena runtuhan bangunan saat mengevakuasi warga yang terjebak. Ia segera dilarikan ke rumah sakit terdekat dan kini menjalani perawatan intensif.
Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta Bayu Meghantara menyampaikan bahwa 22 korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa setelah tim melakukan penyisiran menyeluruh. “Ini salah satu kebakaran terbesar di kawasan pusat kota dalam beberapa tahun terakhir. Kami terus memastikan tidak ada korban lain yang terjebak,” ujarnya.
Hingga Rabu pagi, petugas masih melakukan pendinginan di lokasi dan mendata rumah-rumah yang hangus terbakar. Sementara itu, ratusan warga kini mengungsi di posko darurat yang disiapkan pemerintah kota.
Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan, namun dugaan awal mengarah pada korsleting listrik. Polisi telah memasang garis pengaman dan meminta warga tidak memasuki area demi keselamatan.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban dan menjanjikan bantuan bagi para pengungsi serta upaya pemulihan kawasan yang terdampak.
Tragedi ini kembali mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan kebakaran di kawasan padat penduduk, terutama di tengah meningkatnya risiko korsleting akibat penggunaan listrik yang tidak standar.(S)




