Takdir Politik Pemuda

Oleh: Gugum Ridho Putra

Tidaklah mengapa bila para pemuda hari ini mungkin masih disibukkan dengan berbagai distraksi. Beragam kegiatan dan rutinitas keseharian serta selingan-selingan kehidupan menjauhkan perhatian mereka dari politik. Beratnya tuntutan dan tantangan hidup hari ini juga menjadi salah satu faktor.

Mereka fokus bekerja, bergaul, menikmati hobi dan sesekali bercengkrama. Tapi ini semua hanya soal waktu saja. Para pemuda lambat laun juga akan menyadari. Bahwa baik buruk nasib dan masa depan mereka juga ditentukan oleh proses-proses politik.

Kebanyakan mungkin memandang sebelah mata kepada generasi muda. Berbagai alasan dan stigma disematkan. Pemuda sering diragukan kemampuan profesionalisme-nya, ketangguhannya menghadapi tekanan, pemahamannya tentang konteks sejarah, hingga hal-hal filosofis dan fundamental lainnya.

Namun yang belum begitu dipahami kebanyakan orang, sebetulnya pemuda hari ini memiliki potensi yang lebih dari cukup. Mereka memiliki semua bekal yang diperlukan untuk memimpin. Mulai dari tenaga fisik, fikiran (intelektualitas), semangat, kemandirian, kompas moral dan yang terpenting: determinasi. Suatu kemampuan eksekusi untuk menentukan kapan dan kemana akan melangkah.

Tinggal menunggu waktu saja sampai para pemuda menyadari bahwa merekalah yang dapat menjadi penggerak perubahan negeri. Semua potensi-potensinya itu tentu melahirkan tanggung jawab besar seperti yang sering kita dengar: “great power has a great responsibility”.

Mengapa perubahan bisa efektif dan berdampak signifikan di tangan pemuda? Sederhana saja. Karena mereka bukan menjadi sumber atau bagian dari permasalahan yang terjadi. Perubahan akan sulit dilakukan oleh orang yang terlibat di dalam persoalan. Kecuali ada kejadian ekstrim  membuatnya sadar dan memutuskan berbalik arah.

Mungkinkah kontraktor penghancur gedung memiliki visi yang sama dengan seorang arsitek atau developer gedung? Tentu saja tidak. Profesi yang satu fokusnya melakukan kerja-kerja penghancuran, sementara profesi yang satu lagi fokusnya membangun. Tidak bertemu satu sama lain.

Begitu pula halnya dengan wajah politik hari ini. Mereka yang mendapatkan keuntungan dengan menceburkan wajah politik ke kubangan lumpur tidak akan pernah terbesit untuk mengangkat dan membersihkannya karena status quo dianggap lebih menguntungkan dibandingkan melakukan perbaikan.

Karena itu saya katakan, para pemuda-lah yang dapat memperbaiki wajah politik karena mereka bukanlah bagian dari masalah hari ini. Tidak mengapa bila pemuda hari ini sedang disibukkan dengan banyak hal dan belum menoleh kepada keadaan politik hari ini. Politik akan terus menanti dan menunggu pemuda dengan penuh kesabaran. Semua hanya tinggal menunggu waktu saja. Akan tiba waktunya para pemuda terpanggil dan turun melibatkan diri menyelamatkan wajah politik.

Untuk itu kepada para pemuda,  saya bisa sampaikan: “O youngsters…your destiny is not just to take part, but to take over”.

*Penulis adalah Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB)