Peristiwa Hari Ini dalam Islam, Dunia, dan di Tanah Air

Jakarta PBBNews – Pada hari Senin 3 November 2025 ini bertepatan dengan tanggal 12 Jumadil Awal  kalender Hijriah (Perhitungan Tahun Hijriyah dimulai dari awal hijrahnya Nabi Besar Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam (SAW dari Kota Suci Makkah ke Kota Madinah Al Munawwarah).

Beberapa peristiwa penting dalam sejarah Islam pernah terjadi pada bulan Jumadil Awal secara umum (bukan spesifik tanggal 12).

Pertama, peristiwa Pernikahan Nabi Muhammad SAW dengan Siti Khadijah RA terjadi pada bulan Jumadil Awal (pada tahun yang berbeda-beda menurut beberapa riwayat, bukan spesifik tanggal 12).

Kedua, Perang Mu’tah, pertempuran penting antara kaum Muslimin dengan Kekaisaran Bizantium, terjadi pada bulan Jumadil Awal tahun ke-8 Hijriah.

Ketiga, Lahirnya beberapa ulama dan tokoh penting, seperti Khalifah Umar bin Abdul Aziz juga disebutkan lahir pada bulan Jumadil Awal. 

Secara internasional 3 November bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Negara Dominika sekaligus peringatan Hari Kebersamaan Beragama (Kerohanian) di Tanah Air.

Pada hari ini juga diperingati Hari Kemerdekaan Cuenca di Ekuador. Selain peringatan Hari Budaya atau Culture Day di negeri sakura Jepang serta Hari Bendera UEA (Uni Emirat Arab)

Sementara untuk peristiwa di dalam negeri 3 November merupakan Hari Kerohanian diperingati dalam rangka menghargai dan menghormati adanya keberagaman agama yang dianut masyarakat Indonesia. Sila pertama Pancasila yang berbunyi “Ketuhanan yang Maha Esa” menjadi tanda bagi masyarakat Indonesia yang menganut berbagai agama. Adanya sila tersebut menjadi tanda bahwa masyarakat yang bermartabat memeluk agama sebagai pondasi kehidupan dan tetap menghargai masyarakat lain yang berbeda keyakinan. Di Indonesia, terdapat 6 agama yang diakui secara resmi, yaitu Islam, Kristen Katolik, Kristen Protestan, Hindu, Budha, dan Konghucu.

Setiap masyarakat Indonesia diwajibkan untuk memiliki keyakinan terhadap suatu agama yang diakui secara resmi di Indonesia. Hal ini dicantumkan dalam UUD 1945 Pasal 29 yang menyatakan bahwa negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa, menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agama masing-masing dan beribadah menurut agamanya.

Keberagaman agama inilah yang diharapkan mampu menjadikan masyarakat sebagai umat beragama untuk bisa menjunjung budaya toleransi. Masyarakat diharapkan dapat saling menghargai agar menjadikan suasana rukun dan tentram tanpa adanya perpecahan atas perbedaan keyakinan di lingkungan masyarakat.

Pada dasarnya, kerohanian atau ‘Spiritualitas’ tidak memiliki definisi atau pengertian yang pasti atau mutlak. Mengutip dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti kerohanian adalah sifat-sifat rohani atau perihal rohani. Jadi, bila disimpulkan, secara luas kerohanian bisa didefinisikan sebagai sesuatu yang diatur terpisah dari umumnya dan pantas dihormati.

Adanya penetapan peringatan Hari Kerohanian pada tanggal 3 November setiap tahunnya ditujukan agar para masyarakat bisa selalu menghargai dan menghormati keyakinan dan kepercayaan para penganut masing-masing. Meskipun, pada penerapannya, terdapat banyak sekali perbedaan yang membatasi. Seperti, cara beribadah, hari besar agama, Kitab Suci dan lainnya.

Namun, segala perbedaan yang ada dalam memeluk keyakinan tersebut diharapkan tidak menjadikan kita sebagai manusia yang suka membeda-bedakan status sosial orang lain. Sebagai umat beragama, tentunya kita pasti ingin hidup rukun dan damai antar sesama manusia, lantaran itulah, adanya sikap saling menghargai dan menghormati sesama manusia tanpa melihat agama dan keyakinannya itu sangat penting.

Itulah sejarah dan asal usul Hari Kerohanian. Sebagian masyarakat Indonesia ada yang merayakan peringatan Hari Kerohanian dengan mendatangi tempat ibadah dan melakukan ibadah di sana. Anda juga bisa melakukan yang sama di tempat ibadah sesuai agama masing-masing.(Salim dari Berbagai sumber)