PBNU: Pemberhentian Gus Yahya sebagai Ketum sudah Final dan Mengikat

Foto: CNN Indonesia

Jakarta (PBBNews)— Polemik pemberhentian Gus Yahya Cholil Staquf dari jabatan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memasuki babak baru. Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PBNU Gus Imron KH Imron Rosyadi Hamid menegaskan bahwa keputusan pemberhentian tersebut bersifat final dan mengikat berdasarkan mekanisme organisasi yang berlaku.

Dalam keterangan resminya Kamis (04/12/2025), Wasekjen PBNU menjelaskan bahwa keputusan itu dihasilkan melalui rapat resmi jajaran pengurus harian yang memenuhi kuorum serta mengikuti tata tertib organisasi. Ia menolak anggapan bahwa keputusan tersebut bersifat sepihak atau tidak sah secara konstitusional.

“Keputusan pemberhentian telah melalui proses organisasi yang sah dan sesuai anggaran dasar serta anggaran rumah tangga. Karena itu, statusnya final dan mengikat bagi seluruh jajaran struktural di PBNU,” ujarnya, Jumat.

Ia menambahkan, langkah tegas tersebut diambil untuk menjaga stabilitas organisasi dan memastikan agenda besar PBNU berjalan tanpa gangguan. Menurutnya, dinamika internal tidak boleh menghambat kerja-kerja sosial keagamaan yang telah menjadi mandat PBNU.

Menanggapi adanya suara keberatan dari sejumlah pihak yang menyatakan keputusan tersebut harus dibawa ke forum muktamar, Wasekjen PBNU menyebut hal itu sebagai dinamika wajar dalam organisasi besar. Namun ia menegaskan kembali bahwa keputusan rapat internal memiliki legitimasi formal sebagaimana diatur dalam aturan organisasi.

“Setiap kader memiliki hak untuk memberikan pendapat, namun secara struktural keputusan sudah ditetapkan. Semua pihak diharapkan menghormati dan menjaga marwah organisasi,” katanya.

Sementara itu, PBNU menyatakan akan segera mengaktifkan mekanisme transisi kepemimpinan untuk memastikan kontinuitas program. Nama pengganti pelaksana tugas akan diumumkan setelah proses administrasi internal selesai.

Sejumlah tokoh dan pengamat menilai keputusan ini akan menjadi momen penting bagi arah PBNU ke depan. Mereka berharap dinamika internal tidak merembet menjadi gesekan sosial di tingkat masyarakat, mengingat besarnya basis warga Nahdliyin di seluruh Indonesia.

PBNU mengimbau seluruh warga Nahdlatul Ulama untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi di luar jalur resmi. Organisasi menegaskan komitmennya menjalankan mandat keumatan dan kebangsaan secara konsisten, termasuk memperkuat peran PBNU dalam pendidikan, sosial, dan pemberdayaan umat.(S/berbagai sumber)