Mobilitas Lumpuh, Akses Padang Bukittinggi Terputus Akibat Banjir

 

Padang (PBBNews)— Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Sumatera Barat sejak Jumat dini hari mengakibatkan akses jalan nasional Padang–Bukittinggi terputus. Banjir bandang disertai material lumpur menutup badan jalan di beberapa titik, terutama di kawasan Lembah Anai dan Sicincin, sehingga arus transportasi lumpuh total.

Informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyebutkan bahwa banjir terjadi akibat meluapnya beberapa aliran sungai di sekitar jalur tersebut. Volume air yang besar menyeret batang kayu dan bebatuan sehingga menumpuk pada badan jalan. Petugas gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan Dinas PUPR telah diterjunkan untuk melakukan pembersihan material.

“Kondisinya masih sangat berbahaya karena curah hujan belum reda. Untuk sementara seluruh kendaraan dilarang melintas,” ujar Kepala BPBD Sumatera Barat dalam keterangan persnya.

Tidak ada laporan korban jiwa, namun puluhan kendaraan terjebak antrean sejak dini hari. Banyak pengendara memilih putar balik melalui jalur alternatif via Malalak, namun rute tersebut juga mengalami kemacetan panjang.

Sementara itu, aktivitas ekonomi antar daerah Padang–Bukittinggi terganggu karena jalur ini merupakan akses utama distribusi barang serta pergerakan masyarakat. Para pedagang mengkhawatirkan suplai logistik ke pasar-pasar akan terkendala jika penanganan tidak segera tuntas.

Pemprov Sumatera Barat saat ini menetapkan status siaga darurat banjir dan mengimbau masyarakat untuk menghindari perjalanan ke wilayah pegunungan hingga cuaca membaik. Petugas masih memonitor kemungkinan longsor susulan.

Hingga berita ini diturunkan, pembersihan material dan penilaian struktur jalan masih berlangsung. Pemerintah berjanji mempercepat upaya normalisasi agar akses Padang–Bukittinggi bisa segera kembali dibuka.(S/berbagai sumber)