Kebakaran Hongkong Sudah Tewaskan 44 Orang, Presiden Cina Minta Investigasi Menyeluruh

Foto: PBBNews

Hong Kong (PBBNews) — Presiden Cina, Xi Jinping, menyatakan prihatin mendalam atas musibah kebakaran besar yang melanda kompleks perumahan di distrik Tai Po, Hong Kong. Ia menyampaikan belas-ungkawa kepada keluarga korban dan menginstruksikan agar upaya penyelamatan, pemadaman, dan bantuan kepada korban dilakukan secara maksimal.

Menurut pernyataan dari kantor kepresidenan, Xi meminta agar seluruh instansi terkait — termasuk pemerintah daerah Hong Kong serta kantor perwakilan pemerintahan pusat — segera berkoordinasi untuk membantu evakuasi, perawatan korban, dan bantuan darurat kepada para penghuni serta warga terdampak.

Kebakaran terjadi di kompleks perumahan Wang Fuk Court di distrik Tai Po — warga melaporkan api cepat menjalar melalui andam-andam bambu dan jaring konstruksi di gedung yang sedang direnovasi. Sebanyak 44 orang dikonfirmasi tewas, puluhan luka-luka, dan ratusan penghuni dilaporkan hilang atau belum ditemukan.

Sebagai respons darurat, pemerintah Hong Kong mengerahkan ratusan petugas pemadam kebakaran, tim penyelamat dan ambulans, membuka pusat pengungsian bagi korban, serta menangguhkan sementara kegiatan kampanye menyusul jadwal pemilihan umum yang dekat.

Pemerintah pusat Cina — melalui perintah Xi — telah mengerahkan instansi terkait untuk mendukung penuh langkah pemadaman, pencarian korban, perawatan bagi yang terluka, serta bantuan logistik dan dukungan bagi pengungsi dan keluarga korban.

Selain itu, Presiden Xi juga meminta investigasi menyeluruh untuk mengungkap penyebab kebakaran — apakah karena kelalaian konstruksi, pelanggaran standar keselamatan, atau bahan bangunan/material yang mudah terbakar — agar kejadian serupa bisa dicegah di masa depan.

Kebakaran ini mengejutkan masyarakat Hong Kong dan dunia internasional — menjadi peringatan keras terhadap praktik renovasi dan penggunaan bahan/material yang tidak memenuhi standar keselamatan kebakaran, terutama di gedung-gedung padat penduduk. Banyak pihak menyerukan evaluasi ulang terhadap regulasi keselamatan gedung dan renovasi, serta peningkatan pengawasan terhadap pembangunan perumahan.

Selain itu, duka mendalam menyelimuti keluarga korban, dan upaya bantuan serta solidaritas dari berbagai pihak — pemerintah, masyarakat sipil, dan organisasi kemanusiaan — mulai digalang untuk membantu para korban dan keluarga mereka.

Pernyataan Xi Jinping sebagai Presiden Cina menunjukkan bahwa kebakaran di Hong Kong bukan sekadar tragedi lokal — melainkan peristiwa nasional dengan dampak sosial dan kemanusiaan besar. Bantuan cepat dari pemerintah pusat, investigasi serius, dan perbaikan regulasi keselamatan bangunan menjadi krusial agar tragedi serupa tidak terulang.(R/berbagai sumber)