Foto: Rosy/PBBNews
Jakarta (PBBNews)-Sejumlah reaksi positif secara internasional terus mengemuka setelah Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara resmi mengesahkan Resolusi 2803, yang memberikan mandat kepada komunitas global untuk membentuk International Stabilization Force (ISF) guna menjaga keamanan dan proses transisi pemerintahan di Gaza.
Resolusi yang dianggap sebagai terobosan diplomatik tersebut mengatur pembentukan pasukan stabilisasi, penciptaan lembaga transisi “Board of Peace”, serta langkah-langkah untuk mempercepat pemulihan kemanusiaan dan rekonstruksi Gaza pascaperang.
Sementara itu Indonesia menyambut baik dengan menekankan perlunya transparansi dalam pelaksanaan resolusi tersebut.
Pemerintah Indonesia termasuk salah satu negara yang menyampaikan dukungan kuat. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Yvonne Mewengkang, menilai resolusi ini sebagai “langkah penting untuk meneguhkan gencatan senjata dan memperlancar bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina.” sebagaimana yang disampaikan ke media massa, Rabu (19/11/2025)
Indonesia menekankan bahwa pembentukan pasukan internasional harus dilakukan secara transparan, serta menjamin posisi Otoritas Palestina dalam proses transisi pemerintahan.
“Segala langkah stabilisasi harus menguatkan kapasitas Palestina sendiri, bukan menggantikannya,” ujar Mewengkang. Indonesia juga menegaskan kembali komitmen pada solusi dua negara sebagai dasar perdamaian jangka panjang.
Sementara negara tetangga Malaysia menyatakan resolusi ini momentum untuk Akhiri Konflik
Di Kuala Lumpur, pemerintah Malaysia menyebut resolusi tersebut sebagai “landasan baru” dalam mengakhiri konflik puluhan tahun di Gaza. Dalam pernyataan resminya, Malaysia menilai kehadiran Dewan Perdamaian dan ISF akan menjadi unsur penting dalam memastikan keamanan, rekonstruksi, serta stabilitas ekonomi Gaza di masa mendatang.
Malaysia juga menekankan bahwa mandat ISF harus dijalankan berdasarkan prinsip kemanusiaan dan non-intervensi terhadap proses politik Palestina.
Adapun negara Paman Sam AS melalui Presiden Trump menyatakan mendorong implementasi resolusi itu sekaligus memujinya sebagai ‘Langkah Bersejarah’. (R/berbagai sumber)




