Jakarta (PBBNews)-Sikap tegas Pemerintah Indonesia yang menolak menerbitkan visa untuk seluruh atlet senan Israel yang akan mengikuti Kejuaran Senam Artistik di Jakarta mendapat respon positif dari Delegasi Palestina Yayasan Persahabatan dan Studi Peradaban (YPSP).
Ketua YPSP, dr. Ahed Abu Al Atta pada Acara Silaturrahmi dan Diskusi tentang Palestina di Markas Besar Partai Bulan Bintang (PBB) di Jakarta, Selasa (28/10) menyampaikan penghargaan khusus kepada Ketua Dewan Pertimbangan PBB, Menteri Koordinator Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan, Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra.
Pengharagaan khusus tersebut disampaikan YPSP ke Prof Yusril karena sikap tegas dan dukungannya yang konsisten terhadap perjuangan rakyat Palestina, khususnya dalam keputusan menolak penerbitan visa bagi tim atlet senan Israel yang akan mengikuti Kejuaran Senan Artistik di Jakarta. Sikap tegas tersebut dinilai YPSP sebagai tindakan moral dan nasional yang mencerminkan keberpihakan Indonesia terhadap nilai-nilai keadilan dan kemanusiaan.
Pada acara Silaturrahmi dan Diskusi tentang Palestina tersebut, dr. Ahed Abu Al Atta juga memaparkan perkembangan terbaru di tanah Palestina, Disebutkannya, rakyat Palestina hingga kini masih menghadapi genosida yang berkelanjutan. Pendudukan Israel terus melanggar perjanjian gencatan senjata dan tidak mematuhi kesepakatan yang ada.
Disebutkan Ahed, lebih 100 warga Palestina gugur dalam satu serangan brutal yang dilancarkan pasukan pendudukan di Jalur Gaza.
Ketua Umum DPP PBB, Gugum Ridho Putra dan Sekjen PBB Yuri Kemal Fadlullah menegaskan, bahwa Palestina adalah bagian dari keluarga besar umat Islam. Dukungan kepada Palestina adalah kewajiban moral dan kemanusiaan yang akan terus dilanjutkan hingga terwujudnya keadilan dan kemerdekaan yang sejati. (*)
Delegasi Palestina Beri Penghargaan Khusus ke Menko Yusril Ihza Mahendra




