Ketum PP PARMUSI Dr. Ali Amran Tanjung, SH, M.Hum: Stop Jadikan Rakyat Tulang Punggung Penerimaan Negara

JAKARTA (PBBNews)-Ketua Umum Pengurus Pusat Persaudaraan Muslimin Indonesia (PP PARMUSI) Dr. Drs. Ali Amran Tanjung, SH, M.Hum meminta agar  pemerintah tidak lagi menjadikan rakyat sebagai tulang punggung  negara. Menurutnya, ada sumber penerimaan negara lain yakni Sumber Daya Alam (SDA) yang mampu membiayai keuangan negara dan penggerak roda ekonomi asalkan dikelola secara optimal, amanah, transparan dan tidak dikorupsi.

“Kunci Indonesia Emas 2045 ada pada kecerdasan pemerintah dalam mengelola sumber daya alam. Jika SDA dikelola secara optimal, amanah, transparan dan tidak dikorupsi, tentu rakyat akan sangat bahagia karena pendapatan Negara meningkat. Tentu rakyat akan terbebas dari posisi sebagai objek tulang punggung pembiayaan negara,” tegas Ali Amran Tanjung di Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Menurut Ali Amran, konsep negara cerdas bukan terletak pada besarnya pajak yang dipungut dari rakyat, tapi negara yang mampu membangun bangsa dan mensejahterakan rakyat dengan kemampuannya mengelola sumber daya alam yang telah Allah anugerahkan kepada Bangsa Indonesia.

Dia menilai, selama ini rakyat menjadi tulang punggung Negara karena perannya sebagai peyumbang utama penerimaan Negara dan penggerak roda ekonomi. Pajak yang dibayarkan oleh masyarakat seperti PPh (Pajak Penghasilan), PPN (Pajak Penambahan Nilai), dan PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) menjadi pendapatan terbesar untuk membiayai Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan berbagai proyek pembangunan. Padahal kekayaan alam Indonesia seperti hasil tambang, laut, hutan, dan energi terbarukan sangat melimpah dan cukup untuk membiayai pembangunan bangsa dan penggerak roda ekonomi.

“Sudah saatnya rakyat Indonesia menikmati kemerdekaan dan menikmati hasil kecerdasan pemerintah dalam mengelola sumber daya alam. Sudah saatnya juga rakyat terbebas sebagai tulang punggung negara dalam membiayai pembangunan bangsa. Stop jadikan rakyat tulang punggung negara,” tegas Ali Amran.

Ketua Umum PARMUSI juga mengaitkan pandangannya dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan “Indonesia Emas 2045”. Dia optimis, cita-cita menjadi negara maju, mandiri dan sejahtera pada 2045 akan tercapai jika fondasi ekonomi berbasis kedaulatan SDA dan hilirisasi diperkuat.

Diapun mencontohkan keberhasilan hilirisasi nikel yang meningkatkan nilai tambah dan penerimaan negara. Kebijakan serupa perlu diperluas ke komoditas lain agar pendapatan negara meningkat. Dengan begitu, ruang fiskal melebar dan rakyat dapat merasakan manfaat langsung tanpa terus ditekan oleh beban pembiayaan.

Di akhir pernyataannya, Ali Amran mengajak seluruh elemen bangsa mengawal kebijakan SDA agar berpihak pada kepentingan rakyat. PARMUSI sebagai organisasi kemasyarakatan Islam siap menjadi mitra pemerintah dalam edukasi publik, agar kekayaan alam benar-benar dinikmati bersama demi terwujudnya Indonesia Emas 2045 yang adil dan sejahtera. (*)