Ketum PP PARMUSI Dr Ali Amran Tanjung, SH., M. Hum : Pergantian Pimpinan BGN Tepat, Wujudkan 3 Pilar MBG Wujudkan Indonesia Emas 2045

Jakarta(PBBNews)– Ketua Umum Pengurus Pusat Persaudaraan Muslimin Indonesia (PP PARMUSI) Dr. Drs. H. Ali Amran Tanjung, SH., M.Hum menilai, pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN)  oleh Presiden RI Prabowo Subianto  sudah tepat untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. Harapannya,  dengan pergantian pimpinan BGN program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya sekadar mengenyangkan, tapi dapat mewujudkan tiga pilar utama agar lahir generasi Indonesia yang sehat secara fisik, jernih pikiran dan kuat ekonominya.

“MBG bukan proyek bagi-bagi nasi. Ini investasi peradaban. Kalau tiga pilar ini tidak jalan, MBG hanya jadi program seremonial. Rakyat butuh bukti, bukan janji,” tegas Ali Amran Tanjung didampingi Sekjen PP Parmusi, KH Tairman Elon, S.H, MH dan sejumlah wakil Ketua Umum dan pengurus saat menyampaikan rekomendasi PP PARMUSI kepada Presiden RI Prabowo Subianto dan Pimpinan BGN baru, Selasa (2/6/2026).

Tiga pilar utama dimaksud Ali Amran Tanjung, Pertama: Sehat Badan lewat Menu Cerdas Berbasis Gizi dan Halal. Untuk mewujudkan pilar pertama tersebut, pihaknya meminta agar menu MBG disusun oleh para ahli gizi, diawasi lembaga halal, dan dimasak dengan resep lokal sehingga identitas budaya terjaga.

“Zero muntah, zero sisa. Kalau anak buang makanan, berarti ada yang salah di dapur,” katanya.

Pilar kedua, sebut Ali Amran, yakni Sehat Akal lewat Transparansi Total. Menurutnya, respon negatif publik muncul karena tidak adanya transparansi atau gelap dan tertutup. PP PARMUSI mengusulkan aplikasi “MBG Waras” ber-QR di setiap kotak makanan. Orang tua scan langsung tahu menu, jam masak, bahan dari mana, gizi dan harganya berapa.

“Dashboard publik lampu merah-hijau per kabupaten juga wajib. Yang bagus bikin bangga, yang jelek bikin malu. Malu itu obat perbaikan,” papar Ali Amran.

Untuk mewujudkan pilar kedua tersebut, kata Ali Amran, Komite orang tua juga harus dilibatkan. Tiga wali murid tiap sekolah pegang kunci gudang SPPG dan tanda tangan terima barang.

“Rakyat ikut jaga, bukan cuma disuruh terima. Prasangka hilang kalau semua kebuka,” ujar Ketum PP PARMUSI.

Sedangkan pilar ketiga, tambah Ali Tanjung, yakni Sehat Dompet agar MBG jadi Penggerak Ekonomi Rakyat.  Dia menolak MBG jadi “pembunuh UMKM.

”Sebaliknya, satu dapur SPPG wajib serap beras, sayur, telur, ayam dari petani dan UMKM radius lima km. Juru masak direkrut dari ibu-ibu PKK, diberi pelatihan dan gaji UMR. “Ibu sehat, anak sehat, ekonomi keluarga sehat. Ini baru MBG yang waras,” ujarnya.

Ia menyebutkan, sisa makanan layak harus jadi kompos atau pakan ternak warga. Sisa tidak layak diaudit. “Tidak ada lagi berita miris makanan dibuang ke kali. Itu melukai hati rakyat dan menghina jerih payah petani,” tegasnya.

Menutup pernyataan, Ketum PP PARMUSI menyatakan kesiapan Pengurus, Kader dan mubaligh PARMUSI di seluruh Indonesia untuk mengawal MBG. “Kami siap jadi Duta Gizi Masjid. Dari mimbar Jumat kami edukasi: gizi itu ibadah. Dari dapur warga kami awasi: MBG itu amanah. PP PARMUSI siap kawal MBG untuk Indonesia Emas 2045,” pungkas  Ali Amran Tanjung. (*)