Jakarta (PBBNews)-Weni Sepalia SH, MH terpilih sebagai Ketua Umum Muslimat Bulan Bintang (MBB) priode 2025-2030 pada Muktamar IV MBB di Tangerang, Banten, Rabu-Kamis (19-20/11/2025).
Terpilihnya Weni menjadi momentum baru bagi organisasi perempuan di bawah naungan Partai Bulan Bintang (PBB) untuk memperkuat peran, kapasitas, serta kontribusi perempuan dalam perpolitikan nasional.
Pemilihan Weni dilakukan melalui mekanisme pemilihan suara internal organisasi. Dia mendapatkan dukungan 20 suara dari 37 DPW di Indonesia. Pengalaman panjang di bidang hukum dan kiprahnya di berbagai kegiatan pemberdayaan perempuan, Weni dinilai sebagai sosok tepat untuk membawa Muslimat PBB ke arah yang lebih progresif.
Dalam sambutannya, Weni menyampaikan rasa terima kasih atas amanah yang diberikan. Ia berkomitmen memperkuat konsolidasi organisasi dan mendorong peningkatan peran perempuan dalam berbagai sektor strategis.
“Ini adalah kepercayaan besar. Saya akan bekerja untuk memperkuat Perempuan Muslimat PBB dan memastikan perempuan memiliki ruang lebih luas dalam mewujudkan perubahan yang positif,” ujarnya.
Weni juga menegaskan, bahwa Perempuan Muslimat PBB akan fokus pada program-program pemberdayaan, pendidikan politik, serta penguatan nilai-nilai keislaman yang moderat dan inklusif.
Ketua Umum PBB, Gugum Ridho Putra pada Muktamar IV MBB menekankan pentingnya tiga karakter utama yang harus dijadikan pedoman bagi kepemimpinan MBB. Karakter pertama, kata Gugum, adalah amanah. Karakter amanah, haruslah dijadikan sebagai pondasi pertama bagi seorang pemimpin organisasi.
“Pemimpin yang amanah akan mendahulukan kepentingan umat dan partai. Dia menjaga titipan organgisasi dengan penuh tanggungjawab,” tegas Gugum.
Karakter kedua, lanjut Gugum, adalah tanggungjawab. Menurutnya, pemimpin harus memiliki kemampuan memikul beban organisasi serta kesediaan berkorban. Karenanya, pemimpin tidak boleh lari dari tugasnya.
“Tanda orang bertanggungjawab adalah kesiapannya berkorban. Itu teladan yang harus terus dijaga,” ujar Gugum.
Tak kalah pentingnya, karakter ketiga yakni sikap kemandirian, baik pola pikir maupun tindakan. Kemandirian harus menjadi sumber kekuatan organisasi. Sebab dalam kemandirian itulah ada kekuatan. “Pemimpin yang mandiri tidak mudah menyerah ketika menghadapi keterbatasan,” tandas Gugum. (M)




