Tangis Haru Gubernur Aceh Atas Besarnya Simpati Dalam dan Luar Negeri

Foto: narasi tv

Jakarta (PBBNews )— Suasana haru menyelimuti program Najwa Shihab ketika Gubernur Aceh tak kuasa menahan tangis saat menjawab pertanyaan terkait bencana banjir dan persoalan kemiskinan di daerahnya. Wawancara yang disiarkan pada Senin malam itu menjadi viral di berbagai platform media sosial.

Gubernur Aceh awalnya berbicara dengan tegas mengenai langkah pemerintah daerah menangani banjir besar yang melanda sejumlah kabupaten dalam beberapa pekan terakhir. Namun suasana mulai berubah ketika Najwa menyinggung kritik publik yang menyebut pemerintah daerah lamban dan tidak hadir sepenuhnya di tengah warga yang terdampak.

“Saya bukan tidak peduli… setiap malam saya memikirkan bagaimana menyelamatkan rakyat Aceh. Kalau ada yang mengatakan saya tidak bekerja untuk rakyat, itu sangat menyakitkan,” ujar sang gubernur dengan suara bergetar sebelum akhirnya meneteskan air mata.

Najwa sempat memberikan jeda, memastikan wawancara tidak semakin menekan secara emosional. Namun sang gubernur memilih melanjutkan penjelasan meskipun tampak menahan haru. Ia mengaku tekanan psikologis dan beban tanggung jawab sebagai pemimpin sering kali tidak terlihat publik.

“Badai kritik saya terima, tapi saya hanya ingin rakyat Aceh selamat. Itulah yang terpenting,” lanjutnya.

Pernyataan tersebut langsung menjadi sorotan. Berbagai tokoh publik dan warganet memberikan respons beragam—ada yang menunjukkan empati, ada pula yang menilai momen tersebut sebagai bentuk ketidakmampuan pemerintah daerah menangani persoalan secara profesional.

Sejumlah analis menilai tangis sang gubernur mencerminkan kedalaman persoalan Aceh, mulai dari bencana berulang, lambatnya pembangunan, hingga tingginya angka kemiskinan. Namun sebagian pihak menekankan bahwa air mata tidak cukup tanpa langkah konkret dan percepatan kerja.

Sementara itu, Pemerintah Aceh dikabarkan tengah menyiapkan kebijakan darurat penanganan banjir, termasuk penambahan anggaran logistik, pemulihan jembatan rusak, dan relokasi warga dari zona rawan banjir.

Najwa Shihab menutup wawancara dengan pernyataan bahwa publik selalu menilai pemimpin dari tindakan, bukan sekadar ungkapan emosional. Episode tersebut kini menjadi salah satu tayangan dengan jumlah penonton terbesar dalam beberapa hari terakhir.(S)