Prihatin Siswa Berenang ke Sekolah, Presiden Instruksi Bangun 300.000 Jembatan

Foto: TV One

Jakarta (PBBNews)— Presiden Prabowo Subianto menyampaikan rasa keprihatinan mendalam atas masih adanya anak-anak sekolah di berbagai daerah Indonesia yang harus berenang menyeberangi sungai demi mencapai sekolah. Menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh lagi terjadi di negara sebesar Indonesia yang terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan rakyat.

Keprihatinan Presiden mencuat setelah beredar luas di media sosial video sejumlah pelajar di pelosok Sumatera yang bergantung pada tali tambang untuk menyeberangi sungai deras setiap hari. Peristiwa serupa juga dilaporkan terjadi di Kalimantan, Nusa Tenggara, dan Papua akibat minimnya jembatan penghubung.

Merespons hal itu, Presiden Prabowo menginstruksikan percepatan program pembangunan 300 ribu jembatan penghubung di seluruh Indonesia dalam lima tahun ke depan. Program tersebut akan mencakup jembatan gantung, jembatan baja ringan, dan jembatan bentang pendek untuk daerah terpencil.

“Saya tidak ingin melihat lagi anak-anak kita harus mempertaruhkan nyawa demi berangkat sekolah. Ini menyangkut harga diri bangsa. Kita harus hadir dan memastikan akses pendidikan aman bagi semua,” tegas Presiden dalam rapat kabinet terbatas di Jakarta.

Program pembangunan jembatan akan dilaksanakan melalui kolaborasi Kementerian PUPR, Kementerian Pertahanan, pemerintah daerah, TNI, serta perguruan tinggi teknik. Presiden berharap desain konstruksi sederhana dan efisiensi anggaran dapat menjadi kunci percepatan.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengatakan tahap awal akan menyasar 20 ribu jembatan di wilayah dengan tingkat kerawanan tertinggi. “Kami memprioritaskan daerah yang akses pendidikannya terganggu dan lokasi yang terisolasi akibat minimnya infrastruktur,” ujar Menteri PUPR.

Sementara itu, pemerhati pendidikan mengapresiasi langkah Presiden dan menilai pembangunan jembatan akan berdampak langsung pada peningkatan angka kehadiran siswa serta menurunkan risiko kecelakaan pelajar di daerah terpencil.

Dengan adanya instruksi pembangunan 300 ribu jembatan ini, masyarakat berharap tidak ada lagi cerita pilu anak-anak sekolah yang harus menghadapi bahaya hanya untuk menimba ilmu. Pemerintah menegaskan komitmennya mengawal program ini hingga tuntas.