Banjir di Sumatera, Wakil Sekretaris Balitbang DPP Golkar Desak Prabowo Tetapkan Status Bencana Nasional

Jakarta (PBBNews)- Wakil Sekretaris Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Dewan Pimpinan (DPP) Partai Golkar, Leriadi, S.Sos, mendesak Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk segera menetapkan status bencana nasional terhadap musibah bencana banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

Menurut Leriadi, salah satu alasan mendasar desakan penetapan status bencana nasional terhadap banjir yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat lebih untuk mempercepat penanganan dan bantuan logistik kepada korban.

“Kami minta Presiden menetapkan sebagai bencana nasional. Butuh armada ke lokasi sulit terjangkau, agar penanganan lebih cepat dikoordinir langsung pusat,” ujar Leriadi di Jakarta, Senin (1/12).

Wakil Sekretaris Jenderal DPP AMPI ini menambahkan, penetapan status bencana nasional sesuai Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 akan memberikan beberapa keuntungan krusial bagi upaya penanganan. Seperti mobilisasi sumber daya pusat, memungkinkan pengerahan seluruh kekuatan dan anggaran dari kementerian/lembaga pusat, termasuk TNI dan Polri secara lebih cepat dan terkoordinasi. Selain itu, jika status bencana di tiga provinsi di Sumatera tersebut ditetapkan statusnya sebagai bencana nasional terbuka peluang menerima bantuan dari lembaga internasional atau negara lain. Tak kalah penting, mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi daerah terdampak yang kerusakannya mencapai triliunan rupiah.

“Data dari BNPB dan laporan di lapangan,  total korban jiwa dan korban hilang melewati batas toleransi. Banyak desa terisolasi dikarenakan akses darat terputus. Penetapan status ini, tidak semata soal nama, tetapi tentang kecepatan aksi dan jangkauan bantuan,” jelasnya.

Dikatakan Leriadi lagi, guna meringankan beban masyarakat terdampak banjir dan mempercepat bantuan agar sampai ke mereka, kerjasama semua pihak sangatlah diharapkan. Apalagi korban bencana banjir di ketiga provinsi tersebut sangat membutuhkan perhatian penuh dan rasa empati mendalam seluruh rakyat Indonesia.

“Mari kita semua bergandengan tangan,  turun bersama membantu korban banjir Sumut, Sumbar dan Aceh. Mereka butuh perhatian penuh. Bencana ini jadi bahan renungan kita, mari sayangi alam dengan tulus,” tandas Leriadi. (*)