Ketum PP PARMUSI Dr Ali Amran Tanjung, SH, M. Hum: Prabowo Tegas ke Mafia, Rahmat untuk Rakyat

JAKARTA (PBBNews)- Ketua Umum Pengurus Pusat Persaudaraan Muslimin Indonesia (PP PARMUSI) Dr. Drs Ali Amran Tanjung, SH., M.Hum menyatakan dukungan penuh terhadap arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, keberanian Prabowo memotong rantai korupsi dan kartel demi kedaulatan ekonomi merupakan bentuk “Jihad konstitusional”.
“Keberanian Beliau memotong rantai korupsi dan kartel demi kedaulatan ekonomi adalah jihad konstitusional,” ujar Ali Amran Tanjung didampingi Sekretaris Jenderal (Sekjen) PP Parmusi Dr. (Cand) KH Tairman Elon, S.H, MH, Wakil Ketua Umum M. Ambardi, SE dan sejumlah pengurus lainnya dalam keterangan persnya di Jakarta, Senin (15/6/2026).
Ali Amran menilai, Langkah yang diambil Presiden Prabowo Subianto tersebut sangat penting dilakukan agar sumber daya alam nasional yang melimpah tidak lagi dikuasi dan hasilnya dinikmati hanya oleh segelintir dan sekelompok orang tertentu, tapi bisa kembali dan dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia.
“PP PARMUSI sangat meyakini Presiden Prabowo sebagai negarawan sejati mengambil keputusan berat itu semata untuk kepentingan rakyat dan jangka panjang bangsa,” tegas Ali Amran.
Ali Amran juga menghubungkan delapan butir Asta Cita pemerintahan Prabowo dengan nilai Islam rahmatan lil ‘alamin. Katanya, delapan butir ASTA CITA tersebut merupakan wujud Islam yang Rahmatan Lil ‘Alamin. Sedangkan ketegasannya terhadap para mafia, merupakan rahmat untuk rakyat. Baginya, arah kebijakan yang kuat pada penegakan hukum harus dibarengi keberpihakan pada kelompok rentan.
Menyikapi kegelisahan publik soal istilah “tegas”, Ali Amran mengajak masyarakat untuk menilainya tidak secara negative, tapi harus bisa melihatnya dari tujuan besar kebijakan. Ia menekankan pentingnya membedakan ketegasan pada pelanggar hukum dengan pelayanan kepada warga.
“Kami paham ada kegelisahan soal ‘tegas’, tapi ukurlah dari arah besar kebijakan: berpihak ke oligarki atau ke rakyat kecil?,” ucapnya.
Untuk berperan aktif, PARMUSI menyatakan kesiapannya menjadi mitra kritis pemerintah. Bentuknya: mengawasi, mengawal, dan mengisi pembangunan melalui program-program kerja. “PARMUSI siap jadi mitra kritis : mengawasi, mengawal, dan mengisi pembangunan,” kata Ali Amran.
Lebih jauh, Ali Amran menyerukan menjaga persatuan umat di tengah dinamika politik. Menurutnya, kritik tetap penting asal berbasis data dan dilakukan dengan menjaga persatuan. “Mari umat bersatu, kritik pakai data, demo jaga persatuan,” tegasnya.

Di akhir pernyataan, Ali Amran, optimistis target kemandirian ekonomi nasional bisa dicapai jika sinergi ulama, umara, dan umat berjalan baik. “InsyaAllah Indonesia Merdeka Ekonomi, bukan mimpi,” tandas Ali Amran. (*)