Teheran (PBBNews)-Klaim baru yang memicu gelombang reaksi internasional menyebut bahwa intelijen Israel, Mossad, memiliki agen yang “beroperasi di Iran” selama gelombang protes besar-besaran di negara itu.
Pernyataan tersebut dilontarkan oleh Menteri Warisan Israel, Amichai Eliyahu, yang kepada media penyiaran Israel menyatakan bahwa agen Israel aktif “di lapangan” di dalam Iran di tengah demonstrasi yang dipicu oleh krisis ekonomi dan melemahnya mata uang negara tersebut. Menurut Eliyahu, Israel telah menggunakan agen di Iran selama konflik militer sebelumnya dan “orang-orang kami masih bekerja di sana sekarang.”
Pernyataan ini menimbulkan gelombang tanggapan keras, khususnya dari pemerintah Iran.
Tanggapan dan Reaksi Teheran
Pihak berwenang Iran menolak keras klaim tersebut. Pemerintah dan militer Iran menyebut setiap keterlibatan Mossad sebagai campur tangan asing yang dirancang untuk melemahkan stabilitas nasional. Komandan Angkatan Darat Iran memperingatkan bahwa ancaman dari luar, termasuk dari AS dan Israel, akan diperlakukan sebagai intervensi terhadap urusan domestik Iran.
Iran juga telah mengeksekusi dan menangkap sejumlah individu yang dituduh bekerja sebagai mata-mata Mossad di dalam negeri, sebuah langkah yang dipuji oleh pejabat Teheran sebagai bagian dari menghadapi “konspirasi asing”.
Teheran bahkan menyatakan bahwa dukungan dari luar justru dimanipulasi untuk menghasut kekacauan, dan beberapa pejabat Iran menuding secara langsung AS dan Israel berada di balik gelombang demonstrasi — tuduhan yang dibantah oleh negara-negara Barat. (R/berbagai sumber)




