Kebakaran Hebat Landa Jepang, Ratusan Bangunan Hangus

Api pertama kali dilaporkan menyala sekitar pukul 17.45 waktu setempat di distrik Saganoseki, sebuah kawasan pemukiman yang cukup padat di lereng bukit.Angin kencang membuat kobaran cepat menyebar, hingga menjalar ke hutan di sisi bukit dan bahkan ke pulau tak berpenghuni sekitar 1 km dari pesisir.Total wilayah yang terbakar diperkirakan mencapai 48.900 meter persegi.

Sebanyak 175 warga (dari 115 keluarga) telah dievakuasi dari kawasan terdampak dan dibawa ke tempat penampungan darurat.Satu orang dilaporkan tewas, dan satu lainnya luka ringan karena luka bakar.Sekitar 350 rumah mengalami pemadaman listrik akibat kebakaran.

Ribuan petugas pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api.Helikopter pemadam juga digunakan untuk meredam kobaran api di daerah hutan dan tebing yang sulit diakses.Pemerintah lokal dan nasional telah membuka pos komando darurat untuk koordinasi bantuan dan pemulihan.

Kebakaran ini disebut sebagai kebakaran perkotaan terbesar di Jepang dalam hampir 50 tahun, jika tidak menghitung kebakaran yang terkait gempa besar.Faktor angin kencang dan kondisi geografis (pemukiman padat di lereng) memperparah penyebaran api.Para ahli menyoroti pentingnya sistem mitigasi kebakaran di area pemukiman dekat hutan, terutama di daerah rawan badai angin.

Selain kebakaran di Ōita, Jepang juga menghadapi kebakaran hutan besar di wilayah Iwate:

Kebakaran lahan di kota Ofunato (Prefektur Iwate) dilaporkan membakar sekitar 2.100 hektar, menjadikannya salah satu kebakaran hutan terbesar dalam 30 tahun terakhir.Sekitar 1.700 petugas pemadam dikerahkan, termasuk helikopter dan unit militer.Kurangnya hujan dan musim kering ekstrem menjadi faktor pemicu kebakaran.

Evakuasi masif menunjukkan risiko kebakaran perkotaan tak bisa diabaikan, terutama di daerah dengan permukiman padat dan akses jalan sempit.Kebakaran hutan dapat mengubah ekosistem lokal, meningkatkan risiko erosi tanah dan kerusakan habitat.Kerusakan properti dan rumah dukung bisa jadi beban besar bagi pemulihan lokal.

Pemerintah Jepang perlu memperkuat rambu penanggulangan kebakaran, edukasi warga, dan sistem peringatan dini di daerah rawan. Ini(R/berbagai sumber)