Jakarta (PBBNews)-Menjelang peringatan Hari Pahlawan 10 November, Masyarakat Indonesia menantikan pengumuman resmi dari Istana Negara mengenai tokoh-tokoh yang akan dianugerahi gelar Pahlawan Nasional tahun 2025. Melansir Wikipedia, Pahlawan Nasional adalah gelar penghargaan tingkat tertinggi di Indonesia.
Gelar anumerta ini diberikan oleh Pemerintahan Indonesia atas tindakan yang dianggap heroik didefinisikan sebagai perbuatan nyata yang dapat dikenang dan diteladani sepanjang masa bagi warga masyarakat lainnya atau berjasa sangat luar biasa bagi kepentingan bangsa dan Negara.
Menanggapi soal usulan ke-40 nama tersebut, Titiek Soehato mengaku bersyukur nama orang tuanya H.M Soehato diusulkan menjadi pahlawan nasional.
“Alhamdulillah, kita bersyukur kalau pemerintah berkenan memberi gelar nasional,” ujar Titiek Soeharto.
Pernyataan yang hampir sama disampaikan Muhaimin Iskandar atas usulan nama mantan Presiden ke-4 KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang diusulkan menjadi pahlawan nasional. Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI ini mengaku bersyukur dan bangga. Menurut Cak Imin panggilan akrab Muhaimin Iskandar, Gus Dur sangat layak menjadi pahlawan nasional karena telah berjasa dalam upaya penguatan demokrasi di Indonesia paska reformasi 98.
“Karena memang demokrasi kuat, tumbuh dan terakhir gong yang menjadikan reformasi dan demokrasi adalah Gus Dur. Siapa-siapa saja yang akan ditetapkan jadi pahlwan nasional, ya kita tunggu saja. Ya kita serahkan kepada dewan kehormatan gelar, ya kita tunggu saja,” ucap Cak Imin singkat.
Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon mengungkapkan bahwa sebanyak 40 usulan nama penerima gelar telah melalui proses panjang. Ia menyebut, 40 nama telah melalui seleksi ketat disertai penelitian dan pengkajian hingga memenuhi syarat gelar pahlawan.
Adapun 40 nama yang diusulkan untuk menerima gelar pahlawan nasional yaitu:
- M. Soeharto – Jawa Tengah
- H. Abdurrahman Wahid – Jawa Timur
- Marsinah – Jawa Timur
- Jenderal TNI (Purn) M. Jusuf – Sulawesi Selatan
- Franciscus Xaverius Seda – Nusa Tenggara Timur
- Andi Makkasau Parenrengi Lawawo – Sulawesi Selatan
- Tuan Rondahaim Saragih – Sumatera Utara
- Marsekal TNI (Purn) R. Suryadi Suryadarma – Jawa
- H. Wasyid – Banten
- Mayjen TNI (Purn) dr. Roebiono Kertopati – Jawa Tengah
- Muhammad Yusuf Hasyim – Jawa Timur
- Demmatande – Sulawesi Barat
- Abbas Abdul Jamil – Jawa Barat
- Hajjah Rahmah El Yunusiyyah – Sumatera Barat
- Abdoel Moethalib Sangadji – Maluku
- Jenderal TNI (Purn) Ali Sadikin – DKI Jakarta
- Letnan Kolonel (Anumerta) Charles Choesj Taulu – Sulawesi Utara
- Gele Harun – Lampung
- Letkol Moch. Sroedji – Jawa Timur
- Dr. Aloei Saboe – Gorontalo
- Letjen TNI (Purn) Bambang Sugeng – Jawa Tengah
- Mahmud Marzuki – Riau
- Letkol TNI (Purn) Teuku Abdul Hamid Azwar – Aceh
- H. Sholeh Iskandar – Jawa Barat
- Syekh Sulaiman Ar-Rasuli – Sumatera Barat
- Zainal Abidin Syah – Maluku Utara
- Dr. Gerrit Augustinus Siwabessy – Maluku
- Chatib Sulaiman – Sumatera Barat
- Sayyid Idrus bin Salim Al-Jufri – Sulawesi
- H. Bisri Syansuri – Jawa
- Sultan Muhammad Salahuddin – Nusa Tenggara Barat
- B. Jassin – Gorontalo
- Dr. Mochtar Kusumaatmadja – Jawa Barat
- Ali Sastroamidjojo – Jawa Timur
- Kariadi – Jawa Tengah
- M. Bambang Soeprapto Dipokoesoemo – Jawa Tengah
- Basoeki Probowinoto – Jawa Tengah
- Raden Soeprapto – Jawa Tengah
- Mochamad Moeffreni Moe’min – DKI Jakarta
- Syaikhona Muhammad Kholil – Jawa Timur.




