Jakarta (PBBNews)-Ketua Majelis Syuro Partai Bulan Bintang (PBB) H. Muhammad Saltut MA menilai, bahwa kemenangan Zohran Mamdani sebagai Wali Kota New York bukan sekadar peristiwa politik biasa.Di balik kemenangan itu, ada pesan besar tentang bagaimana nilai-nilai Islam dapat hadir secara damai dan diterima di tengah masyarakat yang sangat majemuk.
“Kemenangan Zohran ini jangan dianggap peristiwa politik biasa. Ada pesan besar dibalik itu,” ujar Muhammad Saltut saat ditemui PBB News di Markas Besar Partai Bulan Bintang (PBB) Jakarta, Jumat (7/11/2025).
Dikatakan mantan Ketua DPW PBB Provinsi Riau ini, sebagai seorang Muslim, Zohran membawa keyakinannya bukan untuk memisahkan, tetapi menyatukan. Ia menunjukkan bahwa Islam bisa hidup berdampingan dengan demokrasi dan bahkan memperkaya ruang publik melalui nilai-nilai keadilan, kepedulian sosial, dan kasih sayang.
“Di masa ketika Islam sering disalahpahami, kemenangan ini menjadi napas segar. Ini bukan hanya tentang terpilihnya seorang Muslim, tetapi tentang tumbuhnya kepercayaan umat Islam mampu memimpin dengan hati, dengan pelayanan, dan dengan integritas,” papar Muhammad Saltut. .
Islam yang diyakini yakini Zohran Mamdani adalah Islam yang rahmatan lil ‘alamin — rahmat bagi seluruh alam. Allah berfirman dalam Al-Qur’an: “Dan tidaklah Kami mengutus engkau (Muhammad), melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam,” (QS. Al-Anbiya: 107)
Ayat ini menjadi pengingat bahwa Islam hadir bukan untuk menaklukkan, melainkan untuk membawa kedamaian, keadilan, dan kasih sayang bagi semua.
Rasulullah SAW bersabda: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (HR. Ahmad).
Pesan tersebut kata Muhammad Saltut, relevan dengan kepemimpinan Zohran Mamdani yang menekankan pelayanan dan keberpihakan pada rakyat tanpa memandang latar belakang agama atau ras.
Bagi Partai Bulan Bintang sebutnya, kemenangan Zohran memberikan pelajaran penting. Sebagai partai yang berlandaskan nilai-nilai Islam dan kebangsaan, PBB melihat bahwa kekuatan Islam sejati bukan terletak pada simbol, tetapi pada substansi — pada kemampuan kita untuk menjadi manfaat bagi masyarakat luas, untuk menghadirkan politik yang adil, bersih, dan menyejukkan.
Zohran Mamdani berhasil membuktikan bahwa di tengah lingkungan yang kerap diwarnai Islamofobia, seorang Muslim tetap bisa diterima dan dipercaya memimpin ketika ia tampil dengan keteladanan dan profesionalitas.
“Itulah wajah Islam yang ingin kami hadirkan: Islam yang membangun, bukan memecah; yang melayani, bukan sekadar berkuasa,” jelas Muhammad Saltut.
Dalam konteks Indonesia, lanjutnya, politik Islam yang diperjuangkan PBB adalah politik yang menyatukan semangat ke-Islaman dengan kecintaan terhadap tanah air — politik yang menghadirkan kemaslahatan, memperjuangkan keadilan, dan menjaga persaudaraan kebangsaan.
“Moga kemenangan Zohran Mamdani menjadi pengingat bagi kita semua, bahwa di tengah dunia yang penuh perbedaan, Islam akan selalu relevan selama ia dihidupi dengan kasih, kejujuran, dan kerja nyata,” tandas Muhammad Saltut.(M)




